Jumat, 09 Maret 2012

Membuat Pasport di Makassar

Bulan Februari 2012 gw dan teman“ berencana ke singapura untuk nonton SS4 (super show ) a.k.a konser Super Junior ,maka untuk itu gw perlu yang namanya pasport hehehe... secara gw untuk pertama kalinya prg ke luar negri : D , untuk buat itu ada dua cara ..pertama pakai calo dan yang ke dua lakukan sendiri, setelah gw pikir " maka gw putusin untuk buat sendiri meski waktu gw akan tersita banyak untuk itu , sebetulnya untuk para pekerja pakai calo jauh lebih praktis , tapi pada kenyataannya pikiran gw itu salah besar coz pada prakteknya pakai calo bayar lebih besar serta sama dengan melakukan sendiri , KENAPA ???? nanti ada penjelasannya oooiaa gw akan rincikan berapa biaya yg gw keluarkan untuk membuat passport di makassar ( diluar sulsel mungkin biayanya sama )

Hari pertama gw ke kantor imigrasi dan membawa semua kelengkapankan berkas mulai dari KTP ,ijasah terakhir dan lain" sesuai yg gw baca disini sampai di sana gw membeli formulir seharga Rp. 20.000,- , setelah itu itu gw menuju meja pengisian formulir untuk mengisinya , setelah gw baca dan isi formulirnya gw kaget bgt ternyata untuk kelengkapan berkas ini juga dibutuhkan Kartu Keluarga... gw lemesss dahh tu , gimana ini ?? masa gw harus balik lagi ke rmh ?? perlu gw jelasin di sini rmh gw ke kantor imigrasi itu perlu waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam buat nyampe ke sana , gw langsung duduk dan berfikir apa perlu balik lagi atau kembali besok , gw berdiri dan langsung mau cabut pulang , tapi sewaktu lewat pintu imigrasi gw liat ada meja informasi dan langsunglah gw kesana kali" berkas gw bisa keterima meski gak punya kartu kelurga , dan setelah tanya hasilnya nihil ...tapiii kata masnya imigrasi masih terima berkas sampai jam dua siang , waktu itu jam sdh menunjukkan pukul 11 siang dan gw putusin buat kembali lagi agar berkasnya rampung hari itu juga, dan Konsekuensinya gw bolos kerja .

Setelah mengambil kartu keluarga dan nyampe di imigrasi sebelum jam dua , semua berkas dan formulir di berikan kepetugas yg berada di dekat pintu masuk untuk di periksa dan ngambil nomer antrian,dan untungnya gw dikasih ama mas yg cakep nomer antrian yg gak terlalu besar ( mungkin ada yg batal ngantri ) alhasil gw gak lama nunggu buat masukin berkasnya dan gw bisa balik ke ktr untuk nyelesain kewajiban gw :P



Setelah berkas masuk kita akan diberi tanda terima berkas dan jadwal untuk pemotretan ehhh salah di foto maksudnya hehehhe, rata" tiga hari dari waktu pemasukan berkas dan dptlah gw yg seperti ini



Tiga hari berselang gw datang ke imigrasi jam sebelasan dan gw dpt nomer yg lumayan membuat waktu gw tersita ( bukan mas" itu sihh yg jaga ) , tapi tdk apalah bisa liat" aktifitas ktr imigrasi dan mengamati macam'' orng yang pengen buat passport, sebagian besar sih yang pengen berangkat umroh dan menurut petugas nya bulan desember bln yang baik untuk buat passport coz sepi peminat ( haaaa gimana bln yg lain , ini aja gw mesti ngantri lamaa) .gw sih fine" aja coz gw gak pakai calo ,tapi yg laen ( baca emak" ) ngerocoh gak berhenti ,nanya calo mereka "kapan giliran kita ? " gw senyum" aja liat mereka , dalam hati gw berbahagia coz pilihan gw untuk tdk menggunakan calo gak salah LOL

Nomer gw di panggil pas pukul 4 sore , langsung gw menuju loket pembayaran , yg gw bayar Rp 255.000,- dan mesti ngantri 15 menitan buat masuk wawancara n foto , didalam ruangan wawancara kita cuman di tanya mau kemana ( cuman satu pertanyaan ) , dan setelah wawancara kita menuju tempat foto dan sidik jari yg berada di tempat yg sama dan harus bayar lagi Rp. 30.000,- karena waktu itu yang gw perlukan nomer passport ( untuk booking tiket pesawat ) maka tanya aja ama petugas yg foto pasti dikasi dan juga petugasnya akan ngasi tau kapan passportnya jadi, waktu itu gw di kasi info passport jadi 10 hari dari hari wawancara (agak lama coz mau tahun baru ) dan ngambilnya jam 2 siang , selesailah prosedur yang harus dilakukan dan hari itu gw bolos kerjaaaa, setelah 10 hari dapatlah gw yg namanya passport


Rincian biaya pembuatan passport

1. Formulir Rp. 20.000,-

2. Biaya administrasi Rp. 255.000,-

3. Biaya Foto Rp. 30.000,-

Total keseluruhan Rp. 305 . 000 ,-

Murahkannn dari pada ngurus di calo sudah mahal , ngantrinya lama . Ngurus di calo biaya yang dikenakan 500 ribu sampai 600 ribu rupiah , hayooo pilih yg mana ? ...SELAMAT MENCOBA^^


Rabu, 14 Desember 2011

[MY] Back to blogspot ^^

Annyeong.....Setelah sekian lama hiatus dan gw gak posting apa" di blog gw (krn kesibukan dan blogspotnya susah diatur #ehh ) , sekarang gw mutusin buat balik lagi....^^,biarpun blogspot ini gak ada yg ngelirik hahaha !!!




[Movie] Perfect Two





[Picture] Jung Il Woo


Sabtu, 22 Oktober 2011

[Drama] Baek Seung Jo's Diary 16




dengan sinar matahari yang memusingkan,

Cinta yang tidak dapat dihentikan ini lebih memusingkan.

Pagi ini penuh dengan cinta,

Pagi dimana mereka mengendarai sepedah pasangan.





Saat He Ra melihat sepedah kita ini, dia tidak dapat berkomentar apapun.

Namun dia terus mencoba menggoda kita.





Ya Ibu memaksa kita meminum teh pasangan,

memakai pakaian pasangan untuk ke kampus,

Ini benar-benar membuat perutku mual.

Karena ibuku yang unik ini,

terlalu banyak hal yang dia buat untuk membuatku malu.

Tapi perlahan-lahan aku mulai terbiasa.





“Tidak mengenakan cincin pernikahan?”

“Ya. Aku akan memakainya setelah pendaftaran.”





Ha Ni mulai sedikit termotifasi.

Aku sengaja mengatakan pada He Ra alasan aku tidak memakai cincin,

itu akan membuat Ha Ni bekerja keras untuk menjadi seorang perawat.





“Luar Biasa. Ha Ni selalu ada di sekitarmu.”

“Bukankah bumi selalu mengitari Matahari?”

Tampaknya He Ra kaget mendengar jawaban dariku yang penuh percaya diri.





Kita sudah menikah,

Tentu saja kita ada di jalan yang sama,

dan kita juga akan ada di satu dunia yang sama.





Melihat Ha Ni memegang dompetku saat aku kembali dari kamar mandi,

dia pasti merencanakan sesuatu.

Aku dapat menebaknya dengan hanya melihat tatapannya.

Tapi aku terus berakting seolah-olah aku tidak mengetahui apapun.

Menggodanya sangat menyenangkan.





“Hey, sekararang kau mulai menyelidiki dompet suamimu?”

Saat dia mengembalikan dompat padaku,

wajahnya memerah dan bahkan tangannya berkeringat.

Sangat lucu.

Kau pikir aku tidak mengetahui apapun?

Kau dan Ibu pasti merencanakan sesuatu, benar bukan?



Sepertinya aku harus meletakan dompetku di bawah bantal.





Seperti yang sudah kuduga.

Saat aku berpura-pura tertidur,

dia dengan hati-hati mengambil dompetku yang ada di bawah bantal.





Tunggulah sampai pagi dan

kita akan mengetahui apa yang Ha Ni dan bu rencanakan.

Dasar Oh Ha Ni yang bodoh!



(Berarti Seung Jo sadar dong pas meluk Ha Ni? Waaaaaah :”> )



2 Wanita ini mengatahui bahwa aku sudah mendaftarkan pernikahan.

Kau tidak tahu bahwa kau tidak akan bisa menghindar dariku?

Bodoh!





Sebenarnya, saat kau memutuskan untuk pindah ke jurusan perawat,

Aku sudah mempersiapkan semua dokumennya.





Ya untuk tujuan itu, dia akan mengeluarkan seluruh potensinya

dan bekerja keras untuk mendapatkan yang dia inginkan.





Tapi karena terlambat mendaftar, dia terlihat begitu kecewa.

Melihat dirinya yang begitu sedih, aku tidak dapat melakukan apapun.





Aku sudah berusaha lebih memperhatikannya.

Tapi aku tidak pernah menduga akan melihat ekspresi sedihnya.





Cinta adalah sesuatu yang membantumu

untuk melihat sesuatu yang kau tidak bisa lihat sebelumnya.

Cinta adalah sesuatu yang membantumu

untuk mendengar sesuatu yang melum kau dengar sebelumnya.





Ya seperti selalu menggodamu karena aku mencintaimu,

Ini sungguh menarik.

Kau selalu membuatku tersenyum itu lah

sebabnya aku melakukan ini semua.





Karenamu, Bong Joon Gu mengatakan bahwa kau satu-satunya wanita

yang di cintainya itu di depan Christine. Dan yeah kau akan

selalu ada di dalam hatinya yang paling dalam.





Perasaan tidak mengenakan itu memenuhi hatiku.

Dan yang dapat kulakukan hanya mencengkaram erat kursi.





Kepalamu mungkin tidak menyadarinya, tapi bagi Ha Ni,

Aku akan menajdi satu-satunya laki-laki untuknya.

Dan dia tidak akan mengeluarkan usaha untuk laki-laki lain!





Oh Ha Ni terus membicarakan apa yang terjadi tadi.

Dan kau tetap saja mengkhawatirkan semuanya.

Kau khawatir Joon Gu dan Chris yang mungkin sulit bersama.

Dia ini benar-benar senang membantu orang lain.



“Kau pasti senang karena waniat sudah menikah dan memiliki gossip.”





Aku ingin bersikap bahwa ini baik-baik saja,

tapi ya aku justru mengatakan sesuatu yang aku pendam dalam hatiku.





Ha Ni yang biasanya lemah dalam menyadari sesuatu,

kali ini dia sangat cepat menebak apa yang kupikirkan.



“Kau cemburu!”





Perasaan cemburu ini kau gunakan untuk menggodaku.

Oh Ha Ni kau berhasil menangkan ekorku kali ini.





“Cemburu apa… Bagaimana mungkin aku ini cemburu…”

Baek Seung Jo cemburu pada Bong Joon Gu?

Tapi suaraku ini seperti telah mengatakan segalanya.





“Berhentilah ikut campur urusan mereka.

Biarkan Joon Gu menyadari perasaannya perlahan-lahan.”

“Itu lah yang terjadi padamu, benar bukan?

Berhenti menganggumu dan kau menyadari perasaanmu!”



Kau terus memukulku dan menggelitikku.





Akhir-akhir ini tidak ada yang dapat kulakukan mengenai Ha Ni.

Tidak peduli seberapa besar dia mengangguku, tidak ada yang dapat kulakukan.

Sejak kapan kau mulai memasuki hatiku ini?





Perasaan ini seperti akar di suatu tempat yang tidak terligat.

Ini berkembang perlahan-lahan dan semakin besar setiap harinya.

Dan tanpa di duga-duga mulai memenuhi hatiku.

Seperti sebuah gerhana.





Oh Ha Ni laki-laki juga memiliki harga diri,

Walaupun hal itu benar tapi aku tidak dapat mengakuinya.





“Sudah cepatlah belajar!”

Aku berusaha mengalihkan pembicaraan ini.





Akhir-akhir ini kau belajar dengan giat.

Kau bahkan bisa menjawab semua pertanyaan yang aku tanyakan.

Lalu kau berkata bahwa kau memiliki sebuah

permohonan jika berhasil dalam ujian.

Ya dia menginginkan sebuah kencan di malam natal.





Ini juga sesuatu yang aku inginkan, melihat dia yang memohon padaku,

Aku merasa benar-benar jahat.





Benar, kamu tidak pernah pergi kencan dan kami sudah menikah.

Pernikahan ini juga begitu saja karena Ibu yang merancangnya.

Dan kita berdua sama-sama sibuk belajar setelah menikah.

Sehingga tidak memiliki waktu untuk berkencan.



“Baiklah ayo pergi berkencan”



Memikirkanmu, aku hanya bisa tersenyum.





Baiklah Ha Ni, melewati setiap hari dengan apa yang kita lakukan,

Jika kita ingin hidup kita lebih berwarna,

Kita harus bekerja keras bersama-sama.





Walaupun hari-hari akan terasa melelahkan,

Tapi marilah bekerja keras bersama.





Dia mengatakan ingin berlatih melakukan pertolongan pertama.

Bibir Ha Ni mulai mendekat ke bibirku.



Hatiku berdetak cepat.





Aku pun merasakaan perasaan ini saat kita menikah,

saat dia mendekat padaku….

Hatiku akan bereaksi dengan sengat cepat, sangat bersemangat.

Seperti Petir dan Cahaya.





Aku takut Ha Ni akan menyadari hatiku yang berdetak cepat,

sehingga aku langsung berkata, “Apa yang kau lakukan? Ini darurat!”





Satu dua satu dua….

Kapanpun kau menyentuhku, temperaturku naik secara perlahan.

Seperti hujan es. Itulah cinta.





Dia terus berlatih dan aku pun menariknya ke pelukanku,

“Beristilahatlah sebentar. Mendekatlah.”





Semenjak malam dimana aku menarikmu

ke pelukanku saat tidak ada orang di rumah,

malam setelah ciuman pertama kita…

Kau selalu di pikiranku!





Karena kita tinggal bersama,

Aku selalu dapat melihat rambutmu yang basah itu,

dirimu yang hanya mengenakan handuk setelah mandi,

melihat pundakmu,

wangimu itu selalu ada di sekelilingku saat kau berjalan melewatiku.





Wajahmu selalu muncul di pikiranku saat aku akan tidur.

Ini benar-benar melelahkan.





Sekarang saatnya aku dapat memelukmu kapanpun yang aku mau,

Hidup seperti ini sungguh baik.

Menarik dirimu kepelukanku, Kau terasa hangat.





Eun Jo yang datang untuk menanyakan PR,

Tiba-tiba saja membuka pintu.

Kami pun langsung melompat kaget.

Atmosfir yang bagus ini pun menjadi buruk karena Eun Jo!





Eun Jo kau ini sudah menjadi adik ipar dan harus lebih berhati-hati.

Bocah ini, sepertinya aku harus memberi tahu dia bahwa

membuka kamar drai pengantin yang baru menikah

dengan hanya sekali ketukan itu tidak baik.





Hari ini adalah hari dimana Ha Ni akan ujian.

Ibu ingin menenangkannya tapi justru dia yang terlihat khawatir.





Tapi aku tahu bahwa Ha Ni sudah bekerja keras.

Dibadingkan dengan mengkhawatirkannya,

aku berharap dia bekerja keras dan menghasilkan hasil yang baik untuknya.

Ha Ni berjuanglah!





Kau yang selalu memberiku keberanian

kapanpun aku menemukan masalah.

Terima kasih.

Cinta adalah saat bersamamu,

merasakan hatimu yang murni dan indah.





Pergi ke tempat yang tidak bisa didatangi bersama,

melakukan hal yang tidak bisa di lakukan bersama,

ini juga salah satu bagian dari cinta.





Gagal ujian masuk, mengambil jurusan perawat bukanlah hal yang mudah.

Ini sesuatu yang harus di perhatikan dalam kehidupan manusia.

Perasaan malu dan lelah, Ha Ni terlihat sangat kasihan.





Bekerja keras tapi tidak mendapatkan hasil yang baik.

Walaupun ini sangat kasihan, tapi ada sesuatu yang dapat kita lakukan.





Mengatakan bahwa dia harus mempersiapkan untuk pindah ke jurusan lain,

itu membuat hatiku sedih.

Aku berharap kita dapat memaki jas putih bersama

untuk membantu orang lain.





Bagaimana caranya aku dapat membuat dirimu

yang patah semangat ini kembali ceria?





“Aku sungguh berharap pergi kencan dengan Ha Ni.

Tapi janji adalah janji dan tidak bisa di langgar.

Tapi jika ini ajakan makan malam, bukankah ini baik-baik saja?”



Hadiah untukmu.





“Benarkah?”

Kau seharusnya senang dan ya ekspresimu pun berubah cerah.





Menunggumu dalam waktu yang lama…

Aku sungguh khawatir.





Aku berusaha mendengarkan dengan baik suara orang yang berjalan,

Melihat orang-orang yang berjalan,

Hatiku benar-benar tidak nyaman.





Hari semakin gelap dan hatiku tidak tenang.

Seperti terkena percikan garam hatiku ini,

Seperti di tusuk oleh jarum.





Saat aku melihatmu berjalan masuk,

Aku berfikir ‘Bagaimana aku dapat bertahan tanpamu?’





Kau terlihat ketakutan jika aku pergi.

Wajahmu terlihat pucat dan berdiri disana.

Kau berlari ke pelukanku untuk menegaskan

bahwa ini pertama dan terakhir kalinya.





Kau pikir aku akan pergi.

Kau terkejut karena aku terus menunggumu?

Kau pun mulai menangis di pelukanku.





Bodoh!

Aku tahu bahwa kau akan datang tidak peduli setelat apapun kau datang.





Kau pasti datang padaku.

Karena itu, bagaimana mungkin aku pergi tanpamu?





Hatimu penuh denganku…

Semua waktu untukku…

Lalu bagaimana mungkin aku pergi?

Bodoh!

Aku melakukan ini karena aku mempercayaimu.





“Aku akan mencoba kembali, awalnya aku ingin menjadi perawat

karenamu. Tapi sekarang aku merasa ini sangat menarik.”





Walaupun kau memiliki waktu yang sulit untuk menyelamatkan

seseorang pada hari ini. Tapi kau akhirnya menyadari sesuatu yang baru.





Kau yang sebelumnya kehilangan semangatmu karena gagal ujian,

sepertinya hari ini kau menemukan enegri baru. Ini sangat luar biasa.





Ya aku akan membantumu, cobalah lebih bersemangat.

Ya cobalah kembali itulah Oh Ha Ni.





Bagus, tidak melakukan hal ini karena Baek Seung Jo,

tapi melakukan semua ini untuk dirimu sendiri.

Kau akhirnya menemukan sesuatu yang kau inginkan…





Kau adalah hadiah dari surga untukku.

Bersamamu disisiku, setiap natal akan terasa nyaman dan menyenangkan.





Tidak peduli kapanpun…

Melihatmu….

Seperti aku melihat harta karun yang akan mengatakan semuanya padaku.





Walaupun jika kau mengambil buah,

dia akan mengajarkanmu bagaimana cara melakukannya.

Kemenanganku adalah Oh Ha Ni!





Tidak ada cahaya indah.

Tidak ada nyanyian natal.

Tapi hari ini kita mendapatkan hadiah yang indah.

Hadiah yang di sebut, “Hidup”





Terima kasih Tuhan karena telah memberikan hadiah ini padaku.

Selamat Natal!

Kata-kata kita penuh dengan cinta yang ingin kita sampaikan.

Selamat Natal!





Cinta ini melengkapiku!

Aku mencintaimu!





Aku menciummu dan kau menciumku.

Waktu yang luar biasa, ini mengalahkan seluruh bahasa.





Sedikit pelukan, sedikit ciuman, sedikit sentuhan,

Aku jamin aku akan lebih mendengarkanmu.





Pada pagi hari, yang pertama aku katakan padamu adalah

Seberapa besar aku mencintaimu.

Pada malam hari, yang aku katakan padamu adalah

Seberapa besar aku merindukanmu sepanjang hari.





Walaupun kita tidak mengatakan apapun,

berbagi ciuman seperti ini sudah cukup.





Aku mencintaimu setinggi langit.

Kata-kata yang kekanak-kanakan.





Aku mencintaimu.

Selamanya!



Sebelumnya aku tidak pernah berjanji seperti ini.

Sabtu, 25 Desember 2010

[Drama] Baek Seung Jo's Diary 15

Ini benar-benar tidak masuk akal.
Menikah di usia 21 tahun
Ibu.... Aku mohon agar kau berhenti menganggu hidupku!
Karenamu lah Ibu, aku selama ini menyembunyikan perasaanku pada Ha Ni.

Huh aku tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan Nyonya Hwang Geul Hee (Ibu Seung Jo) yang sangat antusian terhadap Oh Ha Ni.

Disamping itu aku adalah anak pertama sehingga
tidak dapat menolak hal ini.
Aku seharusnya bilang bahwa aku akan saling
mengenal terlebih dahulu dengan Ha Ni.
Kenapa aku langsung mengatakan masalah
pernikahan yang membuat situasi jadi seperti ini?
Ibuku sangat mengerikan...

Disisi lain mungkin Ibuku benar.
Waktu kuliah ini akan sangat
sibuk karena banyak kegiatan.
Mungkin setelah menikah aku akan
memiliki lingkungan yang tenang untuk belajar.



Tapi perisapan untuk menikah ini
sungguh rumit dari yang aku bayangkan.

Cincin, gaun pernikahan, dan foto pernikahan...
Foto untuk pernikahan ini benar-benar menyebalkan.
Mengingatkan aku pada kenangan pemotretan
yang di lakukan oleh Ibuku saat aku kecil... hmmm!

Bahkan aku tidak bisa tersenyum palsu
karena hal ini sangat tidak menyenangkan.
Lihatlah kemari... Lihatlah kesana...
Melakukan hal yang di perintahkan oleh
orang lain itu benar-benar bukan gaya Baek Seung Jo!
Sepanjang hidupku ini adalah hal yang paling ingin aku hindari.



Ada banyak mata pelajaran setelah masuk
jurusan kedokteran tapi kedua wanita ini justru mempersulitku.

Perjalanan menuju kedewasaan ini benar-benar
penuh dengan rintangan dan berbahaya.
Apakah ini tidak bisa di buat lebih sederhana?
Aku benar-benar tidak bisa mengerti kenapa perempuan selalu membuat acara pernikahan dengan begitu rumit dan megah?

"Bahkan jika menikah denganmu aku akan
sulit bekerja sama denganmu dan menyesuaikan diriku dengan dirimu!"



Isi hati Ha Ni :
Seung Jo yah, apa yang salah?
Kau lah yang mengatakan menyukaiku dan ingin menikahiku.

Cinta ini adalah untuk 2 orang yang memiliki kesamaan.
Cinta adalah ketika kita dan berkordinasi
dan
bekerja sama satu dengan yang lainnya.


Kau tetap masih Egois Baek Seung Jo!
Itu dia! Sekarang juga!!!

Walaupun kau mengatakan hal yang seperti itu!
Ini adalah yang kau harapkan,
ini adalah semua yang kau dapat berikan!


Jadi, aku tetap tidak dapa
t mengharapkan apapun darimu.

Jika apa yang aku dapatkan di akhir adalah kekecewaan,
Jadi yang di katakan cinta itu....
Ya jadi aku tetap tidak mendapatkan sesuatu yang di harapkan.
Jadi yang di katakan cinta itu....
Berapa lama aku menunggumu...

Baek Seung Jo yang egois, aku membencimu!




Kepada Ha Ni yang selalu ramah tidak peduli
seberapa besar aku keras kepala.

Aku tetap berkata hal seperti,
"Aku penuh penyesalah sekarang, tapi ini masih tidak terlambat untuk memikirkan hal iin kembali!"

Wajahmu yang kecewa itu membuat hatiku remuk.
Tentu ini sangat sulit untuk seseorang sepertiku
yang sulit menjelaskan kata yang tepat.
Aku selalu tau, tidak peduli kapanpun saat aku
mengatakan hal seperti ini,
ini akan membuat Ha Ni merasa sangat sedih.

Aku hanya tidak menyukai hal formal yang begitu
menyita waktu dan aku hanya tidak menyukai
Ibuku yang selau mengatur kehidupanku.



Ha Ni yang juga terlibat dalam hal ini secara tiba-tiba,
dia juga pastu merasa lebih tertekan dari pada aku.
Tapi aku tetap melampiaskan kemarahanku ini padanya.
Walaupun ini sulit, tapi aku hanya bisa mengekspresikan perasaanku sesungguhnya pada Ha Ni.

Karena dia sudah mengetahui aku, yang
akan merasa frustasi tapi juga akan tersenyum
dan hidup dalam hidupku ini.

Cinta membutuhkan praktek?
Cara untuk mengatakan kata-kata yang membuat malu...
Cara untuk mengekspresikan perasaanku sesungguhnya...

Saat cinta datang, semua orang jenius akan menjadi bodoh.
Hanya saat aku memikirkan melakukan sesuatu untuk menyamankan Ha Ni, aku memikirkan Ibu Ha Ni dan Neneknya.

Keduanya meninggal saat Ha Ni masih kecil, Bukankah ini sangat menyakitkan?
Menatap Papah mertua yang duduk sendiri di dalam restaurant yang gelap sambil membaca beberapa buku nasihat untuk Ha Ni, ini pasti terasa sangat berat seperti jika aku melihat batu yang besar.

Bagi Papah mertua yang membesarkan putrinya sendiri,
dia pasti merasa cemas dan kesepian.
Sangat kesepian tanpa istrinya.



Di bawah langit yang biru.
Bahkan tempat seperti ini di penuhi rumput yang hijau.

Di tempat ini tanpa memberi atau mengambil,
Yang ada disini lahanyalah kesunyian dan kedamaian.
Disini adalah tempat semua kesakitan dan dukacita pergi.

Menyapa Ibu dan Nenek.
Ini pertama kali aku bertemu denganmu Ibu dan Nenek,
apakah kalian menerimaku?
Ibu mertua, aku akan menjaganya
dalam keadaan sakit, sedih ataupun kesulitan,
akan selalu ada di sisinya untuk melindunginya.

Ibu, terima kasih karena telah melahirkan Ha Ni,
memperbolehkannya berada disisiku,
Untuk mewarisi sifatmu padanya, terima kasih.

Tidak peduli seberapa menjengkelkannya,
dia tetap datang dan berada di sisiku perlahan-lahan
dengan seiringnya berjalan wkatu.
Karena Ha Ni tidak pernah menyerah,
akhirnya aku mengerti bahwa dia adalah
wanita yang benar-benar pantas untuk di cintai.
Kami akan saling memberkahi dan hidup
setiap harinya dengan melakukan yang terbaik dari kami.

Nenek, terima kasih untuk mengatakan hal yang begitu indah pada Ha Ni.
Menjadi bahagia dan membawa kebahagiaan untuk orang lain.
Saat aku menemui kegagalan,
kata-kata itu lah yang menjadi kunci penting dalam hidpku.
Aku akan menerima berkahmu dan
terima kasih untuk membiarkan Ha Ni dalam lindunganku.


Isi hati Ha Ni :

Ibu, Nenek, Aku akan menikah. Lihat itu??

Ini adalah orang yang aku cinta. Dia tampan, melakukan segala hal dengan baik, suami yang luar biasa,

Walaupun saat ini dia membuat perasaanku sedih, tapi dia juga membuat perasaanku sangat senang.

Seung Jo yah terima kasih.
Terima kasih karena telah menyelimuti rasa sakit ini saat aku mencoba untuk melupakannya.
Aku berfikir aku akan melupakan Wajah Ibu, wajah Nenek.
Aku selalu khawatir jika aku melupakan mereka,
dan aku juga khawatir jika Ibu dan Nenek akan melupakan aku.

Jadi aku selalu melihat foto mereka sebelum aku tidur.
Terima kasih untuk membuatku nyaman.
Aku sangat senang karena ini adalah kau.

Baek Seung Jo yang berdiri di sisiku,
aku senang karena kau mengerti rasa sakitku ini.

Kau senang?
Hanya karena kita akan pergi ke pulau Jeju
untuk bulan madu, kau terlihat senang dan
mulai berteriak gembira dan melompat di sekitarku.

Sangat lucu, aku tidak dapat berkata apapun
dan hanya bisa tersenyum.
Baiklah tetap tersenyum di sisiku.

Menggodamu ini sangat menarik,
menggodamu dengan meremehkanmu,
kau mulai cemberut karena hal itu,
tapi sesaat kemudian kau akan mulai kembali tersenyum.

Melihat senyumanmu, membuatku merasa
bahwa aku benar-benar hidup. Ini bagus.



"Kak, menurut pandanganku, kau harus menikah dengan seseorang seperti Oh Ha Ni. Kalian beruda akan bahagia, selamat!"

Iya Eun Jo, bahkan kau pun dapat melihat hal ini.
Seperti yang kau katakan, Oh Ha Ni adalah orang yang bodoh,
tapi orang bodoh ini dapat melakukan hal yang tidak dapat aku lakukan.

Dia dapat membaca pikiran orang lain, dia dapat dengan mudah dekat dengan orang lain, dia bahkan tidak takut melompat kedalam laun walaupun dia tidak tahu bagaimana cara berenang.

Jadi aku menyukai Oh Ha Ni.
10%darinya cukup untk menutup semua kekuranganku.



Isi Hati Ha Ni :

"Papa terima kasih."
"Kau tidak boleh menangis. Jika kau menangis, matamu akan bengkak dan orang-orang akan mengatakan bahwa pentantin wanita tidak cantik."

Walaupun Papah tersenyum, aku tau kesedihanmu. Aku dapat melihat air mata Papah di matanya. Papah mencoba mengeluarkan senyuman di mulutnya, aku pikir saat ini dia mencoba untuk menahan kerinduannya untuk Ibu.

Jangan menangis, Oh Ha Ni.
Setelah dia kehilangan cintanya, dia akan segera melepaskan anaknya, bukankah ini sangat menyedihkan untuk seseorang sepertinya?

Perasaan untuk tangisan ini adalah kesedihan. Jadi setiap kali aku tersenyum kembali, hatiku akan di penuhi dengan kesedihan dan kegembiraan.

"Dang, Dang, Dang, Dang."
Aku akan hidup dengan baik, jangan mengkhawatirkan aku.
"Dang, dang, dang,dang"

Kumohon berhentilah menyalahkan dirimu sendiri yang terus berfikir tidak dapat memberikan sesuatu yang terbaik untukku.
Karena Papah, kau berarti segalanya bagiku di dunia ini, penuh dengan cinta, itu tidak dapat tergantikan.



Aku adalah mempelai pria Baek Seung Jo
bersumpah menikahi mempelai wanita Oh Ha Ni.

Aku adalah mempelai wanita Oh Ha Ni
bersumpah menikahi mempelai pria Baek Seung Ko.

Tidak peduli dalam keadaan apapun, aku akan selalu mencintainya, menghormatinya, dan juga menghormati yang lebih tua, menjadi jujur dan dapat diandalkan.

Hal yang terpenting adalah, aku hanya akan mencintaimu, hidup bersamamu dengan kebahagiaan yang aku miliki bersamamu di dalam hatiku, hidup bersamamu dengan perasaan berterima kasih padamu dalam hatiku.



Oh Ha Ni kau menjatuhkn cincin pernikahan, bodohnya.

"Berhentilah menggodaku Baek Seung Jo. Ciuman kedua bukanlah saat hujan tetapi saat di penginapan, benar bukan? Kau ini kekanak-kanakan!" Wajah Ha Ni tiba-tiba tersenyum cerah dan dia berkata seperti itu.

Baek Eun Jo! Bagaimana mungkin kau membongkar rahasia ini!

Apa yang kau lakukan, Oh Ha Ni!
Kau benar-benar berani melakukan hal ini di depan semua orang dewasa.
Walaupun begitu, aku tetap merasa sangat senang, ini pertama kalinya kau yang memulai menciumku

Walaupun para tamu tertawa, dan wajahku merah merona kerena malu, namun perlahan-lahan hatiku merasa hangat.
Seperti harum yang menyebar di udara dan membuat hatiku senang.



"Aku akan bekerja keras. Walaupun aku tetap memiliki banyak kekurangan tapi aku akan mencoba untuk menjadi istri yang terbaik dan pantas untukmu "

Ha Ni kau tidak perlu bekerja keras untuk itu, aku menyukaimu yang apa adanya. Walaupun Terkadang kau tetap membuatku panik, ada waktunya saat kau tidak masuk akal juga tapi tetap kau adalah satu-satunya yang aku cintai.

Aku akan mengisi kekuranganmu dan kau juga akan mengisi kekuranganku. Kumohon jadilah bagian terkecil dari diriku. Bagian terkecil itu akan menjadi sesuatu yang terpenting di hatiku sekarang.



Oh Ha Ni yang bodoh!
Kau meminum segelas anggur dan tertidur.
Malam pertama kita harusnya menjadi sesuatu yang penting.

Bagaimana bisa kita melewati malam yang manis dan berbagia ini hah? Dengan hanya mendengarkan musik? Cahaya lilin?
Baiklah, sepertinya hanya aku yang memikirkan hal ini...



Mengeluh sakit kepala saat bangun tidur,
ini bukan hanya membuatku terdiam, tapi ini juga membuat kita tidak dapat melakukan apapun, bodoh.



Ada apa denganmu?

Perempuan lain terus menempel pada suamimu dan kau tidak mempedulikannya?
Jika kau mencintaiku, aku pikir kau seharusnya lebih agresif!

Aku terus melihatmu, aku benar-benar benci dengan perempuan yang terus menempel di sampingku ini. Alasanku membiarkannya tetap begini karena aku merasa kasihan pada suaminya dan aku tidak ingin suasana yang ada menjadi buruk.

Tapi apa yang kau lakukan?
Di luar dugaanku, kau justru asik berbicara dengan pria lain...



Oh Ha Ni apa yang kau lakukan sekarang? Kenapa? Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, merawat pasien yang sakit.

Jika kau tidak menerima hal ini,
maka kita tidak dapat hidup bersama. Apa kau mengerti?
Jika kau tidak menerima hal ini,
bagaimana kita dapat melanjutkan masa depan kita?
Pria atau wanita, apakah dapat membedakan pasiennya yang sakit hah?
Ini rasa cemburu yang tidak beralasan....



Isi Hati Ha Ni :
Kau pikir aku tidak memiliki harga diri?
Mengapa kau membuatku malu?
Berteriak begitu keras padaku di depan wanita lain.

Saat ini aku tidak tau apa yang harus aku lakukan,
Kau tidak mencintaiku seperti aku mencintaimu.
Sangat kesepian untuk berjalan dengan seseorang sepertimu!

Ini tetap lebih baik pada saat cintaku bertepuk sebelah tangan,
tanpa harapan apapun,
akan merasa bahagia dengan hanya melihat punggungmu saja.

Seung Jo-ah
Terkadang, aku takut jika aku terus mengharapkan sesuatu darimu,
Aku akan mulai membencimu! Aku sangat ketakutan!




Jadi kamu ada disini.
Mengejarmu yang menangis dan berlari keluar.
Aku sudah membuang semua kemarahan dari pikiranku.

Aku, yang tidak mengetahui apapun tentang cinta, harus kehilanganmu?
Sekarang kau pasti menangis di suatu tempat sendirian.
Aku terus mencarimu dalam keadaan bingung.
Benar-benar tidak dapat melewati hari yang damai, Oh Ha Ni yang nakal!

Bodoh, apakah kau tidak mengerti perasaanku ini?

Ha Ni, maaf~
Saat pernikahan, aku berjanji pada diriku untuk tidak membuatmu menangis kembali.

Setiap kali aku melihat air matamu,
hatiku ini seolah-olah di lempar oleh arang api.

Jadi tersenyumlah karena itu satu-satunya alasan untukku tersenyum tulus. Kau adalah yang paling memiliki senyuman cantik, hanya dengan senyumanmu itu saja aku dapat ikut senang.

Jika kau tersenyum, aku bersedia untuk membawamu berkeliling dunia.
Jika kau tertawa, aku dengan senang hati akan tampak bodoh di depanmu.



Akhirnya hanya kita berdua.
Kenapa aku sangat gugup?
Mendengar nafasmu, itu membuat kepalaku pusing.

Mengapa jantungku berdetak cepat?
Seperti berdenyat denyut ke seluruh tubuhku.
Hatiku ini seperti terbakar,
panasnya menjalar ke seluruh tubuhku.

Kau selalu membuat jantungku berdetak cepat,
seperti air musim sepi yang muncul,
seperti meniup balon,
hatiku terpenuhi olehmu.

Gadis bodoh, terkadang manis, terkadang kau juga cantik.

Kenapa aku menyukaimu? Kau bahkan tidak terlalu cantik atau pun manis, tapi mengapa aku selalu merindukanmu?
Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku selalu merasa seperti teracuni olehmu?

Ini sangat mendalam dan begitu mendesak.
Hal yang aku dapat lihat ini sangat berkilau, apapun yang aku sentuh terasa baik. Aku pikir ini karena aku mencintaimu.

Saat aku memeluk pundakmu,
aku menyadari bahwa kau gemetaran.
Aku pikir ini karena kau mencintaiku.

Jika kau sudah tidak ada di dunia ini,
bagaimana aku bisa hidup?



Aku menunggu terlalu lama untuk saat seperti ini,
Setelah menderita, hatiku akhirnya menghampirimu.

Aku membuka bibirmu karena kau menjadi malu-malu.
Memelukmu seolah-olah kau adalah barang berharga bagiku.
Sangat hangat saat bersamamu.
Ini seperti aku sudah hidup disini dalam wkatu yang lama, kehangatan yang sempurna. Tidak merasa asing.
Cinta ini membuat arus yang memusingkan di antara kita di malam yang penuh cahaya bulan ini.


Tanpa kata-kata,
kita dapat saling merasakan darah yang seolah-olah mendidih ini.

Apa? Memintaku untuk menunggu beberapa saat?
Aku hampir tidak dapat bernafas karena 2 malam yang di lalui begitu saja, dan hanya dapat melihatmu yang tertidur.
Apa kau tau berapa sulit hal itu untukku ?

Bodoh, aku tidak dapat menunggu kembali.



Ayo kita tumbuh bersama, kita, bekerja keras.

Siput Nabi Nuhku, Ha Ni Ku.
Sampai hari kau menjadi pohon,
sampai hari kau dapat menjadi tempat berteduh,
sampai kau dapat menghasilkan buah.
Marilah berjuang bersama.



Aku sebenarnya benci untuk menggunakan masalah pendaftaran pernikahan ini sebagai hadiah. Tapi menggodamu sangat menyenangkan. Aku tidak dapat menghentikan diriku ini.

Jika aku begitu saja menyerah padamu dan Ibu, bukankah itu sama dengan menjatuhkan nama Baek Seung Jo yang jenius ini?
Baek Seung Jo yang tidak terkalahkan ini tidak akan menyerah begitu saja, itu akan melukai harga diriku kekekek!

Membayangkan diriku yang di kendalikan oleh kamu dan Ibuku yang akan membuat hidupku penuh penyiksaan.... Aku tidak akan pernah menyerah!

Terkadang cinta memerlukan tuntutan seperti ini, Berjuanglah!
Kebahagiaanku selamanya, Oh Ha Ni.



Cre : Zoladiaries

[Drama] Baek Seung Jo's Diary 14

Jangan pernah katakan padaku bahwa kau menyukai laki-laki lain selain aku!
Sekarang aku dapat berbicara apa yang ada di hatiku.
Mendengarkanmu mengatakan menyukai laki-laki lain padaku,
ini benar-benar membuat hatiku sedih dan menyakitkan.

Sekarang aku berharap kau menatapku,
ya kamu hanya dapat melihatku!
Ya aku berfikir seperti ini.

Aku memeluk kepalamu dan sekarang semua petualangan ini telah berakhir.
Perasaan yang selama ini berusaha aku tolak
benar-benar sudah menetap di dalam hatiku.
Perasaan apa yang harus aku lakukan padamu ini sudah tenang.
Hujan yang turun ketanah ini seperti bintang jatuh.
Terlihat seperti jutaan buntang.
Betapa indahnya~



"Hyung, Oh Ha Ni akan pindah!"
Kumohon jangan pergi kemanapun sekarang.
Karena aku menggenggam tangan Oh Ha Ni,
Karena aku tidak akan membiarkanmu pergi.

"Ada sesuatu yang ingin aku katakan.
Aku akan menikahi Oh Ha Ni.
Aku meminta Izinmu Papah."
Papah Ha Ni terlihat kaget saat aku memanggilnya 'Papah'
matanya melebur dan benar-benar terkejut.
Ya benar, hati yang dingin ini tiba-tiba saja
meminta izin untuk menikahi seseorang.
Dan sepertinya suara kaget itu sudah mulai tenang.

"Apa kau tulus dengan hal ini?"
"Ya aku tulus. Seperti yang kau lihat,
tangan kami saling menggenggam dengan kuat.
Dan ini mewakili keputusanku. Jadi kumohon berikan izinmu."

"Kau tahu bahwa Ha Ni tidak dapat melakukan hal dengan benar."
"Ya aku tahu."

(Papah Ha Ni berkata dalam hati :
Saat pertama masuk sekolah, aku ingin membantu untuk mengepang rambutnya seperti anak-anak yang lainnya. Tetapi aku tidak dapat melakukannya karena tanganku terlalu kasar. Tapi bocah ini senang dengan kepangannya yang bengko, memutar dan dia bilang bahwa dia terlihat cantik. Seung Jo yah, teruslah mencintainya dan terus merawatnya atas nama aku.)

"Dia tidak cerdas, bahkan tidak pandai memasak!"

(Papah Ha Ni berkata dalam hati:
Ketika dia pergi berwisata, aku membuat kimbab untuknya. Teman-teman kelasnya memuji kimbap itu dan menyangka itu masakan Ibu Ha Ni. Ha Ni tidak mengatakan pada teman-temannya bahwa Ibunya sudah meninggal dan dia justru pulang ke rumah dan menangis.
Seung Jo yah, bisakah kau merawatnya seperti
Ibunya dan memberikan dia cinta lebih atas nama Ibunya?)

"Dia ceroboh dan terkadang mengalami banyak masalah."

(Papah Ha Ni berkata dalam hati:
Anak perempuan memiliki beberapa ketidaknyamanan untuk berbagi pada Papahnya. Banyak hal terjadi sebelum aku datang untuk mengetahui hal itu. Karena itu aku selalu merasa bersalah pada Ha Ni.
Seung Jo, kumohon jagalah Ha Ni.
Maaf kau jatuh cinta pada Ha Ni yang tidak sempurna.
Tapi terima kasih banyak karena kau menerima kekurangan Ha Ni.)

Air mata Papah sungguh menyentuhku,
membuatuku merasakan kasih sayangnya.
Bertahan hidup sendirian dan menanggung beban berat
karena istrinya sudah meninggal sehingga dia jga bertanggung jawab untuk menjadi sosok Ibu yang membesarkan putrinya.
Dia selalu khawatir tidak dapat melakukan yang terbaik, seluruh
emosi dan perasaan itu dapat aku rasakan saat dia berkata....

"Meskipun dia begitu, dia sangat ceria dan sangat pandai melakukan hal yang benar. Dia memiliki sisi yang manis.
Aku memberikan izin karena Ha Ni sangat menyukaimu."


Terima kasih telah mengizinkan kami bersama.
Mungkin kelihatannya Ha Ni hanya memiliki sedikit kemampuan, tapi justru kemampuan dia adalah kekuranganku.
Oleh karena itu Ha Ni adalah yang memiliki
kekuranganku dan bagiku dia bernilai 100.

Jadi aku akan melakukan yang terbaik.
Walaupun aku tidak tahu apakah kekurangan dari Papah sepertimu, tapi aku akan memberikan dia segalanya dan mencintainya.
Terima kasih sekali lagi untuk mempercayakan Ha Ni padaku.



"Ha Ni, ini sungguh bagus... sungguh sangat bagus.
Seung Jo kenapa kau terlihat begitu keren sekali."
Ibu memang benar, dia selalu bisa mengatakan
kebohongan yang keluar dari mulutku.
Dan dia selalu bisa mengeti kata orang lain
melalui pemikirannya sendiri.
Semua ini karenamu dan Ibu.
Aku selalu tidak dapat dengan mudan
memperlihatkan hatiku ini pada orang lain.

Ibu kau selalu mengangguku.
Tapi hari ini aku akan memaafkanmu dalam segala hal.
Karenamulah Ibu, aku dapat berkenalan dengan Ha Ni.
Dan karenamu juga aku menyadari perasaanku
yang telah jatuh cinta pada Ha Ni.
Dan ingin mengenggam dengan sayang perasaannya.



Dengan hati-hati aku menyelimutimu dalam lengaku.

"Apa itu?"

Kau tetap tersenyum, senyummu seolah-olah
seperti cahaya yang menerangi hatiku.
Cintaku yang sehangat musim semi,
Apakah kau mencoba menghangatkan hatiku ini
tidak peduli kapan atau dimanapun?

"Apa?"
"Aku hanya khawatir jika kau pergi tidur maka besok pagi kau akan kembali menjadi Baek Seung Jo yang dingin."
"Lalu haruskah kita tidur bersama?"
Apakah kau ingin aku menunjukannya...
Menunjukan perasaanku sebenarnya?
Menunjukan bahwa ini seperti mimpi yang tidak akan pernah terbangun.

"Aku tidak pernah membayangkan bahwa kau mencintaiku."
"Aku juga..."

Sebenarnya waktu kita sama-sama tidak menyadarinya,
cinta ini sudah mulai tumbun dan menghangat dalam hatiku.

Kau yang bodoh dan tidak mengerti cinta.
Aku yang bodoh dan tidak mengerti cinta.

Kata-kata yang kau katakan malam ini,
dan senyumanmu itu sudah menghangatkan hatiku.
Ini pertama kalinya aku menerima
dan mengakui perasaanku sebenarnya.
Dan ini juga pertama kalinya aku bertemu cinta.



Tidak apa-apa, aku mengerti kegelisahanmu.
Semua ini terlalu tiba-tiba.
Aku bersikap dingin hingga kemarin dan hari ini aku tiba-tiba mengatakan menyukaimu.

Tapi kau ini bodoh! Kau selalu diam-diam menatapku,
diam-diam membuang rasa percayadirimu itu,
Bukalah matamu dan lihatlah aku!
Aku pikir kau dapat merasakannya.
Kau akan menyadarinya,
kau akan menyadari bahwa aku melakukan semua yang kau inginkan
dan aku sedang berusaha sekiatku untuk mengisi kekosongan hatimu.
Bodoh, walaupun aku juga tersenyum sepertimu,

Terima kasih cinta.
Terima kasih untuk menungguku lama.
Terima kasih untuk tidak menyerah.



Terima kasih Yoon He Ra. Aku tidak dapat meminta maaf
karena aku tau bahwa kau denganku ini memiliki kesamaan.
Kesamaan kita ini membuatku nyaman.
Tapi perasaan nyaman ini tidak cukup untuk
mengisi sesuatu yang hilang dalam hidupku.
Aku telah mengatakan pada diriku sendiri
bahwa aku merasa nyaman saat bersamamu.
Tapi kapanpun aku melihatmu, ini seperti melihat diriku di cermin.
Semua yang dapat aku rasakan adalah
pecahan kaca dingin saat menyentuhnya dengan tangan



Maaf Bong Joon Gu.
Aku tahu seberapa besar usahamu untuk hubungan ini.
Namun, aku tidak dapat membiarkan Ha Ni ergi.
Dia membuatku marah, membuatku tersenyum, dan juga membuatku panik, dia kadang membuatku kehilangan akal pikiranku.
Tapi karena hal ini lah aku merasa benar-benar hidup.

Perasaan ini mungkin mudah untuk orang lain.
Tapi bagiku perasaan itu terkubur dalam dalam hatiku dalam kedalaman yang bahkan aku pun tidak mengetahuinya.
Namun Ha Ni datang dan membangkitkan kembali perasaan ini.

Mengambil atau merebut Ha Ni yang berharga darimu,
aku benar-benar meminta maaf.
Aku berjanji akan menjaganya atas namamu.



"Apa yang harus kulakukan, nilaiku sungguh buruk. Aku benar-benar terlihat seperti orang yang bukan tipe belajar, haruskah aku meyerah?"
Melihat wajahmu yang muram dan dia mengatakan bahwa dia tidak ingin belajar lagi, itu membuatku benar-benar merasa sedikit kecewa.

"Bagaimana saat semuanya belajar dengan serius hingga gila untuk mendapatkan nilai yang baik sehingga mereka dapat melakukan pekerjaan yang mereka inginkan? Apa yang akan kau lakukan ?
Pernahkah kau memikirkan karir masa depanmu?
Kau tidak pernah memikirkan hal itu , itulah sebabnya perhitunganmu salah dan nilaimu tidak bertambah!"

Apa yang terjadi dengan bocah ini hari ini?
Dia yang selalu melakukan yang terbaik dalam segala hal,
kemana perginya bocah itu?

"Jadi... karena ini kau ingin berhenti belajar?
Jika kau tidak memiliki ketekunan, maka apa yang kau punya?
Lalu... kau tidak memiliki pesona apapun juga."

Sebenarnya semua yang aku katakan ini
untuk membangkitkan semangatmu, berushalah lebih keras!!

Dan kamu justru berkata, "Aku mungkin akan pergi ke laki-laki lain saja"

Apa? Laki-laki lain?
Bukankah aku sudah katakan padamu untuk tidak membicarakan laki-laki lain?
Apa kau melupakan hal itu?

Aku merasa marah, "Apa kau memiliki keberanian?
Pergi pada Bong Joon Gu atau Senior Kyung Soo?"

Jika kau bisa jatuh cinta pada laki-laki lain,
apakah kita bisa memiliki kemajuan hingga hari ini?
Bukankah ini semua karena kau dan aku saling menatap mata satu sama lain
hingga kita berhasil menuju kemajuan hingga saat ini.

Berhasil melewati semua ini dan akhirnya berhasil hingga sejauh ini.
Tapi kau justru mengatakan hal yang begitu mudah!

"Lakukanlah yang kau inginkan!"
Aku berkata dengan dingin dan tentu saja itu kebalikan dari yang aku rasakan.
Setelah mengatakan kalimat itu aku pun pergi.



Pada akhirnya Ha Ni tidak kembali ke rumah kemarin.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kau mencintai seseorang maka setidaknya kau harus menyerahkan separuh dari hidpmu untuknya.
Tapi aku terlalu egois dan mengatakan hal yang berbeda.

Mengapa di depanmu aku sellau tidak bisa mengatakan kata-kata yang baik untuk mengatakan isi pikiranku sebenarnya?
Menyesal dan mengkhawatirkanmu membuatku kebingungan.
Aku yakin ini akan baik-baik saja, kau memiliki teman yang selalu ada disisimu dan selalu mendukungmu.
Ya kau pasti pergi ke rumah salah satu temanmu untuk tinggal.
Ya seharusnya seperti itu.... aku hanya dapat membuatmu nyaman hatiku yang meraa ini.

Kau tidak menelfonku dan aku juga tidak dapat menelfonmu.
Aku hanya dapat menatap telfon.
Membayangkan kau yang kedinginan dan sendirian di suatu tempat.
Pikiranku ini terus muncul, karena itulah aku terus menatap jendela.



"Ini karenamu tidak mencari Ha Ni,
maka aku akan pergi meninggalkan rumah juga!"
"Tapi ini sudah terjadi. Biarkan aku dan dia yang
menyelesaikan masalah ini. Ini yang terbaik untuk Ha Ni."
"Tapi apa kau tau? Hati manusia ini bukanlah
seperti pertanyaan matematika yang memiliki jawaban.
Ya walaupun aku juga tidak mengetahui jawaban yang benar."

Ya Ibu. Aku tidak mengetahui jawaban yang benar.
dan aku pikir Ha Ni juga tidak mengetahui jawaban yang benar.
Itulah sebabnya dia pergi seperti ini.

Namun demikian.... Haruskah kita menemukan jawabannya pada diri kita sendiri?
Jika kita ingin mengetahui jawabannya maka kita harus berusaha.
Tidak peduli seberapa sulit hal ini, kita tidak boleh menyerah.
Tidak peduli seberapa lelah, kita tidak boleh menghindar.

Ini lah yang Ha Ni lakukan yang terbaik ini jasanya.



Akhir-akhir ini Ha Ni jadi tergantung padaku
dan ini membuatku mengkhawatirkannya.
Aku berharap tidak melakukan kesalahan
dan dapat maju bersama dengannya.

Aku pikir jika aku menunggunya lebih lama
maka aku akan mendapatkan jawabannya.
Kita tidak harus berada dalam situasi yang
membuatku kuat sementara kau menjadi lemah.
Kita harus saling melengkapi dan memberikan semangat.

Jadi kumohon Ha Ni, kumohon bertahanlah,
kumohon cintailah dirimu, kumohon lebih mendirilah!



Cre : Zoladiaries

[Drama] Baek Seung Jo's Diary 13

He Ra mengatakan untuk mencoba dan mulai berpacaran?
Memulai?
Berbicara mengenai memulai....
Menurutku.... Apakah aku mampu memulai hal baru dengan orang lain?
Hatiku ini sudah benar-benar di tempati oleh seseorang.
Aku hanya meminta sebuah tempat kecil, lalu kemudian aku tidak akan meminta sesuatu hal lainnya lagi.

Tapi baiklah...
Aku akan bersikap bodoh dan kau dapat menempel padaku hingga akhir.

Gaji karyawan bulan ini juga di gunakan untuk
pembayaran perkembangan mainan.
Sekarang aku menyadari betapa sulitnya hidup di dunia ini.
Ini terlalu menyeramkan dan mengerikan...
Aku hanya bisa menutup kedua mataku ini.



Kenapa kau tidak kembali ke kamarmu untuk menangis?
Suara lembut tangisanmu itu terdengar hingga kamarku.
Mendengar suara tangisanmu itu membuat hatiku pedih.
Seolah-olah hati ini tercabik-cabik menjadi potongan kecil.
Melakukan hal yang membuatmu membenciku ini...
Ini juga cukup menyakiti hatiku, seperti akan mati.
Namun.... Kenapa kau tetap menangis begitu sedih?

Apa yang kau ingin aku lakukan?
Aku tidak dapat menangis sepertimu.
Aku juga tidak dapat marah sepertimu,
karena semuanya ini adalah pilihanku.
Aku hanya dapat membenci orang bodoh sepertiku ini.
Dan kemudian merasakan rasa sakit yang sama seperti
banyak duri yang menusuk seluruh tubuhku ini.
Apa yang dapat aku lakukan....



Menerima pesan, "Tidak peduli seberapa sibuk dirimu, jangan lupa makan! Berakting seperti pacarmu. He Ra."
Tapi justru hal ini membuatku memikirkan dirimu....
Kamu selalu berharap aku akan
memperkenalkan kau sebagai pacarku di depan orang lain.
Tapi... ketika aku memikirkan hal untuk melakukan apa yang kau inginkan...
Hal ini tiba-tiba membuatku membenci diriku sendiri.

Meskipun aku tidak dapat mengakui perasaanku padamu,
tapi aku dapat menyampaikan melalui pesan, benar bukan?

"Tidak hadir tanpa alasan. Gajimu akan di potong!"
Ya pesan itu memiliki arti sesungguhnya,
"Apa kau kurang sehat? Makanlah dengan baik dan jangan bersedih kembali."



"Dimana Oh Ha Ni?"
Sekarang setiap pagi aku bangun dan aku menyadari
bahwa semua hal yang aku inginkan adalah melihatmu!
Pergi berkencan? Kencan!
Aku hanya pergi kencan buta beberapa hari yang lalu
dan kini kau sudah pergi berkencan dengan seseorng?
Dengan siapa kali ini kau bergi berkencan?
Laki-laki yang memiliki selera unik.

Kenapa aku tidak pernah memikirkan fakta
bahwa Oh Ha Ni mungkin dapat berpaling.
Senyummu yang cerah.... Hatimu yang baik...
Ternyata hal ini dapat di miliki oleh orang lain...

Kenapa?
Pada saat itu hatiku "BANG BANG!"
dan rasanya sangat sakit. Tiba-tiba ada angin yang
membuat lubang besar dengan nama Oh Ha Ni.

Tidak ada seorang pun yang bersiap-siap saat aku akan pergi,
dan juga tidak ada yang mengomel padaku dan berkata,
"Apa kau membawa dompetmu? Kunci rumah?"
Kau memasuki hidupku seperti ini dan kau meninggalkannya seperti ini?



"Kalian berdua benar-benar serasi."
Mengatakan kebalikan dari yang aku rasakan adalah
hal yang terbaik yang dapat aku lakukan untuk sekarang ini.
Ya melakukan hal yang terbaik, Memberi salam pada Oh Ha Ni.
Apakah aku tidak selalu melakukan hal ini?

Pikiranku terus memikirkan hal ini.
Tidak dapat mengerti dan mengetahui hatiku,
tidak dapat mengatakan hatiku padamu.

Melihatmu bersama Bong Joon Gu, aku tidak dapat terkejut.
Tidak peduli dengan seberapa besar perasaan marah di dalam diriku ini,
hingga rasanya aku ingin mematahkan
tangan yang terus mengenggam tanganmu itu.

Tapi untuk menyembunyikan perasaanku ini... Bagiku ini tidak mudah.



Aku seharusnya tidak pernah keluar dari pintu itu.
Tidak peduli seberapa bahagia yang kau katakan saat bersama Bong Joon Gu,
Tidak peduli seberapa besar aku ingin berteriak kencang
mengatakan bahwa aku menyukaimu!

Aku seharusnya tidak pernah membuka pintu itu.
Sekarang dengan memegang gagang pintu itu adalah satu-satunya harapanku.
Aku hanya dapat memastikan bahwa pintu itu terkunci erat.
Aku hanya dapat memastikan bahwa hatiku ini terkunci erat.

Seperti orang bodoh aku tidak mengetahui apa-apa dan terus melanjutkan hidup.
Ya menjadi orang yang tidak mengetahui dirimu dan melanjutkan hidup.

Walaupun sekarang aku sedang bersama dengan He Ra,
tapi yang ada di mataku hanya ada kamu!
Tatapanmu saat sedang bercanda,
Tatapanmu saat sedang marah.
Semua itu seharusnya aku keluarkan dari pikiranku.

Waktu saat kita makan bersama,
Waktu saat kita belajar bersama dan tertidur,
Waktu saat kita menghabiskan malam bersama,
Waktu saat kita berbagi ciuman manis.

Ya bersikap aku sudah melupakan semuanya.
Walaupun kita saling berpapasan,
aku hanya bersikap sudah melupakanmu dan melanjutkan hidupku ini.
Ya seperti kejadian hari ini,
bahkan jika pikiranku mengenai dirimu tiba-tiba datang,
aku hanya dapat membiarkannya itu terjadi.



He Ra membuatku nyaman, dia cantik, langsing dan ramping,
bermain tennis dengan baik, dia cerdas
dan kita dapat berkomunikasi dengan baik.
Dan kami membaca banyak buku, ya segalanya akan membaik.

Eun Jo yah~
Biarkan saja hak ini terjadi.
Aku perlahan-lahan mungkin akan jatuh cinta pada He Ra.
Bersikap seperti orang bodoh yang dapat melupakan semua ini dengan tiba-tiba.

Aku selama ini ragu tapi aku tetap memutuskan meninggalkan kamu.
Kamu lah yang meninggalkanku,
Kau yang tidak pernah bisa kembali tetap membuatku tidak dapat membantu.
Bahkan jika itu adalah suara angin, aku akan membayar perhatian untuk itu.

Berfikir bahwa kau mungkin akan kembali,
berada di jangkauan mataku...
Itu akan baik-baik saja dan memberikan aku waktu.
Ya aku dapat melupakanmu dan
jatuh cinta pada He Ra.
Hanya menunggu waktu yang akan datang.



"Hari ini Ha Ni akan menjawab lamaran Bong Joon Gu!!"
Joo Ri dan Min Ah mengikutiku dari belakang,
dan mereka berbicara dalam volume
yang besar hingga aku dapat mendengarnya.

Aku benar-benar tidak mempercayai hal ini.
Ha Ni akan menikah?
Aku membayangkan Ha Ni akan tersenyum pada Bong Joon Gu,
mencium Bong Joon Gu.
Ini membuat hatiku meledak marah.

Aku akan segera kehilangan perasaan itu
dan meninggalkan rasa yang tidak dapat aku terima.
Mengapa aku merasa di tinggalkan?
Aku tidak pernah melakukan apapun untuknya, kenapa tidak pernah?
Bahkan kita tidak pernah tersenyum bersama dan membicarakan masa depan.

Bagaiman pun aku berharap kau akan ada di sisiku,
apa yang harus aku lakukan dengan sikap egois ku ini?

Jangan katakan padaku bahwa aku hanya bisa mengabaikan perasaan batin ini.
Aku merasa seperti tenggelam di lautan,
Aku tidak dapat bernafas dan aku terus berjuang.
Aku menutup mataku dan terus berjuang.

Akhirnya aku menyadari bahwa Oh Ha Ni itu seperti udara yang dapat membuatku bertahan hidup.
Hanya jika kau denganku maka aku dapat bernafas lega.
Apa yang harus kulakukan?
Baek Seung Jo, apa yang harus kau lakukan?
Hatiku bimbang...



Kenapa aku ada diini?
Apa ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya?
Jika aku menunggu Hingga Ha Ni datang, lalu apa yang akan aku katakan?
Atau aku datang karena aku ingin memastikan sesuatu?
Atau karena aku ingin mendengar secara langsung dirinya yang menerima lamaran dari Bong Joon Gu?

Mununggumu yang berjalan di bawah hujan menuju arahku,
Menunggu dirimu yang seharusnya aku lepaskan,
Menunggu dirimu yang ingin aku genggam,
Menunggu dirimu yang aku ingin minta agar tidak pergi dariku.



"Apakah kau mencintai Bong Joon Gu?"
"Tentu aku menyukainya. Dia bahkan menyukai hampir 4 tahun!"
Ha Ni mengatakan kata-kata yang seperti pisau membelah hatiku.
Melihat darahku yang keluar dari hati ini....
Akhirnya aku menyadari perasaanku!

"Jika seseorang mengatakan menyukaimu, apakah kau juga akan menyukainya?
Kau menyukaiku dan kau tidak akan bisa menyukai orang lain selain aku!
Apa aku salah hah?"
Aku berteriak seperti itu padamu.

Awalnya aku berfikir bahwa perasaan untuk Ha Ni ini akan mudah di lupakan.
Tapi hatiku yang egois ini sangat yakin
bahwa aku tidak dapat hidup tanpa Ha Ni.
Dan aku pun menyadari fakta lainnya...
Jika aku kehingan dia, aku akan hidup dalam penyesalan untuk seumur hidup.

"Ya kau benar! Aku hanya menyukaimu! Lalu apa yang harus aku lakukan? Kau bahkan tidak pernah menatapku sama sekali!"
Baiklah aku mendengar kalimat yang kau katakan itu sudah cukup.
Aku hanya perlu untuk mendengar bahwa kau menyukaiku...

Sama halnya dengan angin dalam hujan yang menyapu kasih sayangku padamu.
Tidak peduli berapa kali aku berteriak bahwa kau milikku.
Ini tidak cukup....
Aku mendekatimu dan bibirku menemukanmu...
Sejak kita berbagi ciuman untuk pertama kali,
aku tidak pernah melupakan perasaan bibirmu itu.
Bibir yang selalu memanggil namaku...



Lalu aku menyadari bahwa sejak aku bersumpah akan melupakanmu hingga sekarang ini, aku tidak akan pernah berhasil melupakanmu sama sekali.

Kau. Mirip dengan air hujan yang masuk kedalam tubuhku.
Merindukanmu seperti badai yang membawaku lebih dekat denganmu.
Mulai sekarang, aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi kembali.
Aku tidak akan membawa diri ini untuk memasuki kegelapan neraka.

Aku tau hal ini akan terjadi,
Sejak hari itu, melihat kau bekerja keras dan
itu membuatku berfikir bahwa kau adalah tipe yang sangat special.

Sejak kau berteriak akan melupakanku, aku sangat marah.
Sejak di bangku taman dimana kau tertidur nyenyak...
Wajah cantik itu terlihat di wajahmu.



Cre : Zoladiaries