
Chuseok, atau hari panen Kor
ea, adalah hari libur terbesar dalam setahun. Chuseok juga disebut sebagai “Jungchujeol,” “Hangawi,” atau “Gawi” di Korea.Nama lain hari libur ini, “Hangawi”, adalah kata majemuk, ‘han’ berarti agung atau besar dan ‘gawi’ diperkirakan berasal dari adat istiadat masa Silla *hehe..kayak yang di QSD yach*, yang dilanjutkan sampai abad ke-7, saat itu diadakan pertandingan menenun kain, pertandingan tersebut dibagi menjadi dua tim. Tim yang menenun kain yang paling panjang dinyatakan sebagai pemenang, sedangkan tim yang kalah harus mentraktir tim yang menang dengan berbagai makanan yang enak-enak.Kekeke..ada yg bilang Thanksgiving korea..
Ciri khas Chuseok.
Klo menurutku, klo d Indo tu kayak Hari Lebaran Idul Fitri..
Jadi..ya hampir smalah kayak kegiatannya..
Tadi habis bahas makna dari Chuseok Holiday . Sekarang kita beralih ke makanan2 khas di hari Chuseok, kalo makanan khas Lebaran itu mesti harus kudu wajib ada Ketupat, sedangkan makanan khas Chuseok itu adalah Songpyeon.
Tergantung daerahnya, beberapa tempat menggunakan bahan tepung kentang atau tepung ubi jalar selain tepung beras. Isi songpyeon juga bervariasi, ada yang mengisi dengan kacang merah, yang lain menggunakan chestnut dan kenari. Kalau mau lebih murah lagi menggunakan air gula sebagai isiannya. Mungkin konsepnya kaya gula jawa/aren dicairkan ya. kalo di Indonesia itu songpyeon ini mirip2 mochi n menurutku juga mirip kue bugis cuma tepungnya beda.
Kekeke..ini beberapa contohnya..
Inget..jgn ngiler^^
Makanan Chuseok lainnya adalah : Hwayangjeok, torantang, baesuk, dan dakjjim
Hwayangjeok : bentuknya seperti sate, isinya doraji, telur, wortel, timun, jamur pyogo dan daging sapi. Ditusuk selang seling, yang bagus komposisi warnanya. Korean dishes sangat memperhatikan komposisi warna.
Torantang : Adalah sup yang isinya sayur yang namanya kuping gajah. Atau daun talas/ atau talas kayanya.
Baesuk : Buah pir/pear diletakkan di mangkuk dicampur gula, jahe, dan air.
Dakjjim : Ayam rebus.
Beberapa keluarga Korea yang sudah modern juga suka menyediakan makanan yang lebih modern, tapi songpyeon itu pasti ada. Kaya kue ranjang di Imlek dan ketupat di Lebaran.
Ada mitos juga dibalik songpyeon.
1. Untuk yang masih single, mereka akan mendapatkan suami tampan atau istri cantik kalau songpyeon buatan-nya juga cantik.
2. Kalau songpyeon buatan-nya bentuknya jelek, maka pasangan hidupnya juga akan jelek katanya hehehe..ngaco ya.
Mitos lain berkata kalau ada wanita hamil yang ingin tahu jenis kelamin bayinya harus mengukus songpyeon-nya dan menambahkan daun pinus atau jarum pinus dengan posisi horizontal/melintang di dalam songpyeon-nya.
Jika bagian yang tajam dari daun pinus itu yang muncul ketika ibu hamil itu menggigit songpyeonnya, maka bayinya laki. Jika yang muncul bagian halusnya maka bayinya perempuan. *OMO*
Kekeke..
Mendingan sekarang kita cobain bikin Songpyeon..
Biar kita tau..gimana rasanya..
Resep membuat Songpyeon
Bahan:
# 250 gr tepung beras
# 1/4 sdt garam
# 175 ml air hangat
# Pewarna makanan, terserah mau warna apa, itu sesuai selera masing-masing.Untuk isi, dicampur jadi satu ya. Semuanya, hehe..
Ini bahan isinya:
# 50 gr Kacang Ijo, rebus sampe empuk, haluskan
# 1 sdt madu
# 1/2 sdt garam
# 1 sdm wijen
# 1 sdm gula pasir
# 1/2 sdm gula pasirCara buatnya:
1. Campur tepung beras sama garam, tambahin air hangat tadi sedikit demi sedikit
2. Aduk adonannya mpe kalis dan bisa dipulung
3. Beri pewarna, terus diaduk rata
4. Setelah rata, ambil sedikit adonan tadi, pulung mpe halus, terus dibulatkan, beri sedikit isi, bulatkan lagi, terus bentuk-bentuk. Terserah mau dibentuk apa
5. Kukus tuh adonan yang uda diisi kurang lebih 30 menit
6. Kalo udah matang, akat, olesi sama minyak wijen. Dan yg terakhir..Sajikan!!
- kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga
- Ritual untuk para leluhur
- “Eumbok”: Orang membagi makanan setelah upacara ritual, yang disebut ‘eumbok’. *Klo disini namanya bancaan.hihi..*
- Membersihkan kuburan
- Kunjungan kekuburan (ziarah): Ini udah jadi tradisi waktu Chuseok..Ziarah ini dilakuin sebagai bentuk menghormati nenek moyang mereka.
- Kegiatan untuk menyambut bulan: katanya nih..klo manjatin do’a waktu bulan purnama, do’anya itu bakal dikabulin. Doa itu semacam pembaharuan janji terhadap diri sendiri untuk masa depan atau visi masa depan. kegiatan ini mencerminkan diri pada waktu hari malam Chuseok.
Kalau buat sekarang, makna yang terbesar dari hari Chuseok mungkin itu reuni keluarga. Chuseok lebih memiliki arti berbagi rasa dengan orang lain. Menyiapkan bingkisan telah menjadi tradisi selama Chuseok. Secara keseluruhan, Chuseok memiliki makna, cinta pada keluarga, rasa terima kasih dan berbagi rejeki. Kekekeke..waktunya gajian!!..
Catatan tambahan:
Biasanya, dalam perayaan Chuseok ini juga di tandai dengan banyaknya para artis Korea yang merilis foto-foto mereka dengan menggunakan Hanbok (pakaian tradisional Korea) yang memaknai bahwa merekapun ikut memeriahkan perayaan adat turun-temurun itu sekaligus ikut melestarikan budayanya serta memberi contoh baik khususnya pada generasi muda di Korea.
Seperti parade foto-foto bintang-bintang Korea yang ikut memeriahkan Chuseok tahun ini dengan melakukan “Hanbok Ipgo Chuseok Insa”
CRE : asianfansclub


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar